@ ketep

@ ketep
@ volcano theater ketep

Rabu, September 30, 2009

Pemuda Beribu Bapakkan Babi

Nabi Musa as adalah satu-satunya Nabi yg boleh bercakap terus dengan Allat SWT setiap kali Dia hendak bermunakat, Nabi Musa akan naik ke bukit Tursina di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. inilah kelebihan yang tidak ada pada Nabi-nabi lain.

Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. " Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?"

Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. setelah mendapat jawaban, Nabi Musa turun dari bukit Tursinadan terus berjalan mengikuti tempat yg diberitahu. setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenan.

dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau beliau bertemu dengan orang tersebut. setelah memberi salam beliau dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu.

Tuan rumah itu tidak melayani Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. sebentar kemudian dia keluar dengan membawa seekor babi betina yg besar. Babi itu dibawanya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan.

babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar dalam bilik. tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi degnan membawa pula seekor babi jantan yg lebih besar. Babni itu juga dimandikan dan dibersihmkna. kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta dicium dengan penuh jkasih sayang.m babi itu kemudian dihantar kembali ke dalam bilik.

selesai ekrjanya barulah dia melayani Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?" tanya Nabi Musa. "Aku Agama Tauhid". jawab pemuda itu yaitu agama Islam. "Lalu, mengapa kamu membela babi? kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.

Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibu bapak kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yg besar, Allah telah menukarkan rupa mereka dengan yg bodohrupanya. soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. itu urusannya dengan Allah. aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajiban ku sebagai anaknya. hari-hari aku berbakti kepada kedua orang tuaku seperti yg tuan lkihat tadi. walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku." sambungnya.

*****
kawan mungkin yg dapat kita tarik benang merah dari cerita diata adalah bakti anak kepada orangtuanya. seburuk apapun orang tua kita, merekalah yg melahirkan kita ke dunia, yg telah menyekolahkan kita hingga jadi seperti ini.
dahulu kita hanya bisa menangis dan menangis, hingga kita sekarang seperti ini. kawan, sungguh besar pengorbanan orang tua kita untuk membesarkan kita, lalu ada pertanyaan yg muncul "apakah cukup yg kita berikan untuk membalas jasa kedua orangtua kita?".
salah satu yg bisa menyelamatkan kita di alam kubur adalah doa anak soleh...